Tautan Berita Detik.Net

Dommy asyar Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label Kasiat dari Tumbuhan Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasiat dari Tumbuhan Herbal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Manfaat Jahe Merah



Obat Herbal-Khasiat Jahe Merah

Jahe merah sebagai obat herbal tradisional, karena memberikan rasa pahit dan pedas lebih tinggi dibanding jenis jahe lain. Tanaman obat ini bernama Latin Zingiber officinale ini memang kaya manfaat. Jahe merah untuk obat herbal biasanya dibuat minuman yang menyegarkan. Nama genus Zingiber yang berbentuk tanduk diberikan karena rimpangnya mirip cula yang tumbuh di kepala badak.

Manfaat Dari Serai




Serai, Herbal yang Menghangatkan



Mungkin kebanyakan dari kita lebih mengenal serai sebagai tumbuhan biasa yang akar dan batangnya sering dipakai sebagai rempah penyedap masakan. Padahal, minyak asiri dalam tanaman ini banyak dipakai dalam industri kosmetik untuk pembuatan parfum dan sabun.
Serai (Cymbopogon ciatrus) adalah genus yang berisi sekitar 55 spesies rumput. Tumbuhan ini bisa tumbuh subur di cuaca hangat dan mencapai ketinggian sekitar 2 sampai 4 meter.
Tanaman serai dipergunakan dalam berbagai kebudayaan. Bagian dari tanaman ini yang bisa dipakai untuk herbal meliputi akar, batang, dan daunnya. Apa saja khasiat serai yang belum banyak diketahui?

Manfaat Dari Temu Hitam



Temu Hitam: Pendongkrak Nafsu Makan


Jika anak bermasalah dengan nafsu makan, cobalah temu hitam sebagai solusi. Sudah lama air perasan rimpang tanaman obat ini diyakini mampu mendongkrak nafsu makan anak sekaligus sebagai obat cacing alami.

Ibu Dewi mengeluhkan anak laki-lakinya yang sangat susah makan. Meski sudah berganti-ganti menu, tetap saja selera Echa yang masih berusia 2 tahun 6 bulan itu tak berubah. Kalaupun mau makan, harus main kejar-kejaran dulu atau dikulum saja. Itu pun setengah piring tidak habis.

Manfaat Kunyit Putih




 Kunyit putih atau Curcuma alba sudah dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia. Nama latin tanaman ini adalah curcuma alba L. atau curcuma mangga. Nama daerahnya temu mangga, atau kunir putih di daerah Yogyakarta



Khasiat:

Dalam farmakologi China dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tumbuhan ini memiliki sifat: menghentikan pendarahan, anti inflamasi, dan menambah nafsu makan. 

Rabu, 14 November 2012

Manfaat Dari Temulawak



Nama ilmiah : Curcuma xanthorriza Roxb.
Nama daerah : temu besar (Melayu); koneng gede, temu raya (Sunda); temo labak (Madura)

Khasiat untuk pengobatan :

1) Mengobati bau badan yang kurang sedap
Ambillah sebuah rimpang temu lawak. Parut dan rebus dengan air 1:1. Dinginkan terlebih dahulu sebelum diminum.

2) Membersihkan darah
Rimpang temu lawak diiris tipis-tipis, lalu dijemur hingga kering. Rimpang ini diseduh dengan air hangat, kemudian diminum seperti teh. Agar tidak terlalu pahit, sewaktu meminumnya dapat dicampur dengan gula merah.

3) Penyakit eksim
Siapkan rimpang temu lawak sebesar telur ayam dan asam kawak sebesar telur merpati. Masak bahan tersebut dengan 2 gelas air dan ditambahkan sedikit gula aren. Biarkan hingga mendidih dan aimya tinggal 1 gelas saja. Saring aimya dan diminum selagi hangat. Pengobatan ini dilakukan setiap hari selama sebulan.

4) Mengobati penyakit kuning (gangguan pada hati/lever), mengobati demam malaria, dan sembelit serta memperbanyak ASI
Rimpang diparut dan diperas airnya, kemudian diminum. Dapat juga dengan minum air rebusan rimpang temu lawak yang kering.

5) Badan yang terlalu capek karena kebanyakan bekerja atau sehabis jatuh sakit
Ambil dan bersihkan rimpang temu lawak sebanyak 50 g. Parut rimpang sampai halus dan tambahkan air secukupnya, kemudian direbus. Setelah air mendidih, didinginkan, lalu diminum. Lakukan hal ini 2 kali sehari, cukup 1 gelas. Bila perlu dapat ditambahkan madu atau air gula aren agar ramuan lebih enak dan berkhasiat.

Peringatan :
penderita sakit ginjal sebaiknya tidak meminum sari temu lawak mentah karena dapat berbahaya.

Manfaat Dari Kunyit



Kunyit atau Curcuma longa Linn. atau Curcuma domestica Val. Familia : Zingiberaceae Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Nama Lokal : Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);  Kandungan Kimia : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya
Kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman herba berimpang dari keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae), yang berasal dari daerah tropis Asia Selatan. Tanaman ini memerlukan temperatur 20 °C hingga 30 °C serta curah hujan yang rutin untuk tumbuh normal.
Bagian tanaman yang banyak digunakan adalah rimpangnya. Rimpang kunyit digunakan secara luas pada bidang makanan. Kari adalah salah satu jenis makanan yang menggunakan kunyit. Zat warna kuning pada kunyit (berkode E100) dimanfaatkan untuk melindungi produk makanan terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Bila digunakan bersama zat warna lain, yakni annatto (E160b), kunyit dapat dimanfaatkan untuk memberi warna pada keju, yogurt, mentega, dan margarin.
senyawa kimia yang terkandung dalam kunyit adalah kurkumin (sejenis senyawa polifenol) dan minyak atsiri. Kurkumin adalah senyawa aktif pada kunyit, yang terdapat dalam dua bentuk tautomer, yakni bentuk keto pada fase padat dan bentuk enol pada fase larutan.
Penelitian pada tahun 2004 di University of California menunjukkan bahwa kurkumin dapat menghambat penumpukan senyawa beta amiloid yang merusak pada otak penderita penyakit Alzheimer's dan juga menguraikan plak-plak yang telah ada sebelumnya.
Diketahui pula bahwa kurkumin merupakan senyawa penghambat MAO-A (monoamin oksidase) yang kuat pada dosis di atas 150 mg/kg. Khasiat penghambatan terhadap MAO-B ialah pada dosis di atas 550 mg/kg.
Sebuah penelitian terbaru pada tikus percobaan di laboratorium menunjukkan bahwa kunyit mampu memperlambat penyebaran kanker payudara ke paru-paru dan bagian tubuh lain.
Kurkumin juga memiliki khasiat meredakan nyeri. Sebuah penelitian yang dimuat pada bulan November 2006 dalam jurnal Arthritis & Rheumatism menunjukkan efektivitas kurkumin sebagai pereda inflamasi pada sendi. Senyawa ini merupakan penghambat alami enzim COX-2.
Sebuah penelitian pada tahun 2008 lalu menyimpulkan bahwa kunyit juga mampu mengurangi resistensi insulin dan mencegah diabetes tipe 2 pada tikus percobaan di laboratorium.
Selain bermanfaat untuk kesehatan, kunyit juga berguna untuk perawatan kulit dan kecantikan. Beberapa formulasi tabir surya (sunscreen) mengandung kunyit. Pasta kunyit digunakan oleh wanita di India untuk menghilangkan rambut yang berlebih di kulit.
Senyawa THCs (tetrahydrocurcuminoids) pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit, sehingga memiliki prospek dalam pembuatan formula kosmetik....



Penggunaan Untuk Obat


1. Diabetes mellitus
    * Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam
    * Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
    * Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

2. Tifus
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto
    * Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan disaring.
    * Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

3. Usus buntu
    * Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya.
    * Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring.
    * Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur.

4. Disentri
    * Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya
    * Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
    * Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.

5. Sakit Keputihan
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren.
    * Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring.
    * Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

6. Haid tidak lancar
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
    * Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
    * Cara menggunakan: diminum 1 gelas sehari.

7. Perut mulas pada saat haid
    * Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm
    * Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.
    * Cara menggunakan: ditambah garam dan gula secukupnya dan diminum pada hari pertama haid.

8. Memperlancar ASI
    * Bahan: 1 rimpang kunyit
    * Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus
    * Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari.

9. Cangkrang (Waterproken)
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,
    * Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
    * Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

10. Amandel
    * Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
    * Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring
    * Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.

11. Berak lendir
    * Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih
    * Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.
    * Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

12. Morbili
    * Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle
    * Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus
    * Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak...

Manfaat Kencur



Sekarang…..kita ngomongin si Kencur dan mencari tahu tentang manfaatnya…^_^

Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand)
Namun tahukah Anda bahwa kencur memiliki banyak manfaat selain Berbagai masakan tradisional Indonesia dan jamu banyak menggunakan kencur sebagai bagian resepnya. Kencur dipakai orang sebagai tonikum dengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula. Di Bali, urap dibuat dengan menggunakan daun kencur, kencur juga bisa untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti radang lambung, radang anak telinga, influenza pada bayi, masuk angin, sakit kepala, batuk, menghilangkan darah kotor, diare, memperlancar haid, mata pegal, keseleo, dan kelelahan.
Kencur merupakan tanaman rumput kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Tanaman ini tumbuh dan berkembang pada musim tertentu yaitu pada musim penghujan, juga dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari dan tidak terlalu basah.
Kandungan kimia yang terdapat di dalam rimpang kencur adalah pati (4,14%), mineral (13,73%), dan minyak astiri (0,02%) berupa sineol, asam metal kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid, dan gom.

Berikut adalah cara pemanfaatan kencur berdasarkan penyakit yang dapat diatasinya:
Penggunaan Untuk Obat :

1. Radang Lambung
  • Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari.
  • Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;
  • Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.
2. Radang Anak Telinga
  • Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala.
  • Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2 sendok air hangat;
  • Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.
3. Influenza pada bayi
  • Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun kemukus (lada berekor/ Cubeb)
  • Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian ditambah beberapa sendok air hangat.
  • Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.
4. Masuk Angin
  • Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
  • Cara membuat: kencur dikuliti bersih.
  • Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya, kemudian minum 1 gelas air putih. Dapat dilakukan 2 kali sehari.
5. Sakit Kepala
  • Bahan: 2-3 lembar daun kencur.
  • Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus.
  • Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.
6.Batuk
  • Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
  • Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
  • Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya.
7.Diare
  • Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
  • Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
  • Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak.
8. Memperlancar haid
  • Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya.
  • Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama  dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
  • Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir.
9. Mata Pegal
  • Bahan : 1 potong rimpang
  • Cara membuat : kencur dibelah menjadi 2 bagian.
  • Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata.
10. Keseleo
  • Bahan : 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air.
  • Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk dan air secukupnya.
  • Cara menggunakan : dioleskan/digosokan pada bagian yang  keseleo sebagai bedak.
11. Menghilangkan Lelah.
  • Bahan : 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah.
  • Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
  • Cara menggunakan : diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat  ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.
12. Menghilangkan Lelah.
  • Bahan : 1 rimpang besar kencur, 1 sendok tepung  beras basah, 1 potong gula kelapa/aren.
  • Cara membuat : semua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
  • Cara menggunakan : diminum dan diulangi secara teratur 3 hari sekali.
Apakah Anda Ingin Mencoba…..?

Manfaat Dari Jahe


Manfaat Jahe sebagai Obat Reumatik, Encok, Mencegah Impoten, Keracunan Udang, Sakit Pinggang dan keseleo, Batuk, Mencret dan Muntah-muntah 



Berdasarkan tulisan pada iptek.net.id, bahwa Halia atau jahe (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.Nama Lokal : Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe (Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor);
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah;

Pemanfaatan :

1. Reumatik dan Encok
a. Rimpang umbi halia atau jahe secukupnya dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut, selanjutnya ditempelkan pada bagian yang sakit dan dilakukan secara teratur sampai sembuh.
b. 4 rimpang umbi halia atau jahe sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari dan 2 sendok makan buah cengkeh kering. Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin.Cara menggunakan dioleskan sebagai obat gosok pada bagian yang sakit dan dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.
 
2. Mencegah Impoten
Bahan : 2 rimpang umbi halia atau jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh bubuk merica. Umbi halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air masak, kemudian disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk diambil airnya; telur ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya; kemudian dioplos dengan semua bahan lainnya dan diaduk sampai merata. Cara menggunakan diminum 1 kali seminggu dilakukan secara teratur.

3. Keracunan Udang
3-7 rimpang halia sebesar ibu jari diparut dan ditambah minyak tanah secukupnya. Cara menggunakan dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.

4. Sakit Pinggang dan keseleo
4-8 rimpang umbi halia sebesar ibu jari diparut dan dicampur dengan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya sampai merata. Cara menggunakan dioleskan (bobok) pada bagian badan yang terasa sakit.

5. Capai dan Pegal-pegal
a. 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dibakar dan dibersihkan, kemudian direbus bersama dengan susu perah secukupnya. Cara menggunakan: diminum biasa.
b. Bahan : 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang sudah direndam air dan sedikit garam dapur. Semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis) bersama-sama. Cara menggunakan: dioleskan sebagai param.
c. Bahan : 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, tepung terigu secukupnya, dan 1 potong asam jawa yang sudah masak. Umbi halia diparut, kemudian ditambah tepung terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air hangat secukupnya. Cara menggunakan: dioleskaskan sebagai param.

6. Sakit Kepala
2-3 lembar daun halia ditumbuk halus dan ditambah sedikit air. Cara menggunakan: digunakan sebagai kompres dahi.

7. Batuk
a. 2-3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
b. Bahan : 3-4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih. Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis dibakar dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur dan diremas-remas. Cara menggunakan: dioleskan pada bagian dada anak balita yang sakit pada pagi dan sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.

8. Mencret dan Muntah-muntah.
Bahan: rimpang umbi halia secukupnya, bunga dan buah pala secukupnya, jintan putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1 sendok teh minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis), kemudian dicampur dengan santan kelapa dan minyak kayu putih sampai merata. Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok
Jahe Mengurangi Mabuk Perjalanan
Di samping informasi di atas, pada Satumed.com/@dunia, dijelaskan bahwa dapat Jahe Mengurangi Mabuk Perjalanan
Jahe terbukti efektif mengurangi mual-mual karena mabuk perjalanan, menurut para peneliti pada pertemuan Digestive Disease Week.
Jahe adalah obat tumbuhan Cina yang telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi mual-mual. Untuk pertama kalinya, Dr. Wei Ming Sun dan rekan-nya dari The University of Michigan, Ann Arbor, melakukan penelitian yang membuktikan keefektifan jahe dalam meringankan gejala mabuk perjalanan.
7 orang yang sehat, usia 18 sampai 35 tahun, dibuat mabuk perjalanan secara buatan, dengan cara diputar-putar dalam sebuah drum besar selama 30 menit setelah selesai makan. Para peserta penelitian ini diberi bubuk jahe sebanyak 1.000 miligram atau pil plasebo (obat kosong) satu jam sebelum mabuk perjalanan ditimbulkan pada percobaan.
Rasa mual yang terjadi selama drum tersebut di putar, dicatat pada skala 1 sampai 3. Hasilnya terdapat penurunan secara bermakna pada peserta yang diberikan bubuk jahe daripada peserta yang diberikan plasebo. Menurut penelitian skor rata-rata pada kelompok yang diberikan jahe adalah 1.0, sedangkan kelompok plasebo rata-ratanya adalah 2.5.
Skor rasa mual setelah putaran drum dihentikan, dengan skala 1 sampai 10, adalah 7.8 bagi kelompok yang diberikan plasebo dan 1.5 bagi kelompok jahe. Peserta yang mendapat jahe akan lebih lambat merasakan mual, yaitu 11.4 menit berbanding kontras dengan mereka yang diberikan plasebo, yaitu 4.6 menit, menurut kelompok peneliti Sun.
Para peneliti juga mengukur aktivitas listrik dalam perut dan menemukan bahwa jahe menahan tingkat kontraksi di perut tetap normal selama putaran drum. Sebaliknya, kelompok plasebo merasakan peningkatan kontraksi sebanyak 7% dalam perut.
Pengobatan anti mabuk perjalanan memiliki efek samping yang signifikan, seperti pusing-pusing, dan mulut kering. “Jahe merupakan pengobatan alternatif herbal yang efektif,” kata Sun.
Jahe Ringankan Keluhan Pagi Hari
Sumber lain menulis, bahwa Jahe Ringankan Keluhan Pagi Hari
Bagi Anda yang pada pagi hari selalu menghadapi keluhan mual dan muntah, jangan kuatir karena menurut penelitian tamanan tradisional jahe diyakini dapat meringankan keluhan pagi hari itu.
Jahe (Zingiber Officinale) telah lama dikenal dan ditanam orang namun tak seorangpun tahu dari mana asal tumbuhan ini. Di Cina, jahe dikeringkan pertama kali disebut dalam ramuan yang ditujukan dalam Divine Plowman Emporer Shen Nong yang hidup 2000 sebelum Masehi. Jahe juga telah tumbuh beratus-ratus tahun di India.
Menurut peneliti Caroline Smith, PhD. Seorang professor obstetrics dan gynecology Univeristas Adelaide, Australia menyebutkan dari hasil penelitiannya bahwa ada efek menguntungkan dari minum jahe bagi wanita karena jahe dapat mengurangi rasa mual dan muntah.
Berbagai penelitian lain juga menujukan bukti ilmiah bahwa pemakaian jahe dapat mengontrol mual dan muntah di pagi hari yang disebut-sebut sebagai penyakit pagi hari bahkan penelitian menyebutkan jahe tidak memiliki efek samping baik pada ibu ataupun bayi.
Dalam penelitiannya, Caroline melibatkan 291 wanita yang mengkonsumsi 1 gram jahe atau 75 mg vitamin B-6 (25 mg tiga kali sehari). Vitamin B-6 dapat mengontrol mual namun tidak berfungsi bagi muntah.
Namun demikian baik jahe ataupun vitamin B-6 aman dan pilihan yang tepat untuk mengurangi keluhan pagi hari itu.
Meningkatkan Gairah Seksual
Menurut kompas.com (29/07/2002), jahe diramu dengan bahan lain menjadi jamu cabe puyang dapat Meningkatkan Gairah Seksual
Para penjual jamu sering mempromosikan cabe puyang sebagai jamu ‘pegal linu’. Artinya, untuk menghilangkan pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, serta keluhan badan panas dingin atau demam.
Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua. Khasiat lain: meningkatkan stamina dan gairah seks, serta meningkatkan nafsu makan. Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya.
Bahan lain yang ditambahkan antara lain: Temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, lengkuas merah, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala juga dicampur gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara Mengolah
Menurut Purwo Suryanto, dalam pembuatan jamu cabe puyang kita mesti menghindari alat dari alumunium atau logam karena bisa memunculkan reaksi kimia. Sebaiknya gunakan kuali tanah untuk merebus.

Misalnya untuk meningkatkan gairah seksual kita gunakan bahan-bahan seperti tertera pada kolom 14. Ukuran bahan ini cukup untuk sehari (pagi dan sore).
• cabe jawa 1,5 potong
• lempuyang 16 gr
• jahe 6 gr
• lengkuas merah 5 gr
• adas 3 gr
• gula aren secukupnya.

Cara I
Semua bahan diiris-iris kecil, lalu dicuci dengan air. Setelah itu, masukkan bahan ke dalam kuali dan diisi dengan air sebanyak 3 gelas (200cc). Tutup kuali dan biarkan sampai mendidih. Setelah mendidih, biarkan selama 15 menit. Setelah dingin, jamu siap diseduh dan diminum.
Cara II
Bahan-bahan yang sudah dicuci, digiling sampai halus atau ditumbuk. Masukkan tumbukan ke dalam air (200cc), lalu didihkan. Jangan lupa menutup kuali sampai rebusan menjadi dingin. Setelah mendidih, biarkan selama 15 menit lalu saring air rebusan. Minum air rebusan.
Aturan Pakai
Untuk mereka yang habis sakit, minumlah jamu dua gelas sehari (pagi dan sore) selama dua minggu. Setelah badan dirasa sudah baik, minumlah seminggu dua kali.
Sumber lain juga mendukung bahwa jahe dapat meningkatkan Gairah Seks.
Selain digunakan sebagai bumbu, jahe juga banyak dimanfaatkan sebagai obat. Secara tradisional rimpang yang rasanya pedas dan panas ini digunakan sebagai obat batuk, penghangat tubuh, meningkatkan stamina, dan afrodisiak alias untuk menambah daya dorong energi seksual Anda. Wah!
Diantara semua jenis empon-empon, jahe termasuk yang paling banyak diteliti. Menurut British Herbal Pharmacopoeia, buku standar obat herba Inggris, jahe bermanfaat mengurangi gas dalam perut, meredakan gangguan pencernaan, peluruh keringat, anti mabuk, dan peluruh dahak.
Selain itu jahe juga diketahui mengurangi kadar kolesterol darah dan mencegah pembentukan plak dalam pembuluh darah arterial. Pemakaian jahe dapat dilakukan secara internal yaitu dalam bentuk teh, kapsul, atau tinktur dan eksternal, yaitu sebagai bahan untuk memijat. Pijatan dengan minyak jahe dapat meredakan kelelahan, mengendurkan ketegangan otot dan membersihkan toksin.
Walaupun manfaatnya banyak dan aman digunakan wanita hamil selama tidak berlebihan, jahe tidak dianjurkan bagi penderita gangguan empedu, demam tinggi, dan tukak saluran cerna. Pemakaian jahe juga harus dikonsultasikan pada dokter jika menggunakan obat anti koagulan (warfatin), anti diabetes dan obat jantung.
Untuk meningkatkan gairah seks, bahan:4 cm jahe merah; 7 butir merica hitam; 1 sdt kulit jeruk purut.
Cara membuat: haluskan semua bahan, tambahkan sedikit air masak sampai menjadi adonana. Bulat-bulatkan sebesar ujung kelingking, diameternya sekitar 0,5 cm. Telan 3-5 butir menjelang tidur.
Untuk batuk, bahan:4 cm jahe; 1/2 sdt adas; 4 cm kayu manis; 6 buah cengkeh; 3/4 gelas gula merah iris.
Cara membuat: jahe dibakar sebentar, lalu dikupas dan dimemarkan. Rebus jahe dan bahan-bahan lain dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Angkat ramuan, saring. Minum setelah dingin 3x sehari seukuran 4 sendok makan. Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas, 3x sehari ukuran 2 sendok makan.

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Zat-zat yang terdapat pada halia atau jahe (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.
 

Khasiat Buah Pala untuk Kesehatan



Buah pala sudah terkenal sejak dahulu memiliki berbagai macam khasiat dan kegunaan, dari bumbu masakan sampai dengan obat alami untuk berbagai macam penyakit. Buah pala dari Indonesia, terutama yang di hasilkan dari pulau Banda Neira adalah buah pala dengan kualitas terbaik di dunia.

Berikut beberapa khasiat buah pala untuk kehidupan manusia:
  1. Sebagai bumbu masakan: buah pala merupakan penyedap serta pengawet alami
  2. Untuk Kesehatan:
  • Pereda sakit gigi
Zat yang terkandung dalam minyak pala membantu memerangi bakteri dalam mulut yang menyebabkan gigi berlubang. Untuk mengurangi rasa sakit pada gigi/gusi, oleskan beberapa tetes minyak pala pada gusi yang sakit sambil dipijat.
  • Pereda sakit perut
Senyawa alami yang terkandung dalam buah pala ini berkhasiat membantu kelancaran saluran pencernaan, tidak heran sejak dulu pala sudah di kenal untuk mengatasi masalah diare, perut kembung dan gangguan pencernaan lainnya.
  • Obat tidur
Untuk mengatasi masalah tidur, tuangkan sedikit pala bubuk pada segelas susu hangat.
  • Menghilangkan jerawat dan noda
Tubuk buah pala sampai halus lalu campurkan dengan susu whole milk , aduk hingga berbentuk pasta. Aplikasikan pada bagian wajah yang bermasalah, diamkan beberapa menit, lalu bersihkan wajah seperti biasa.

Khasiat Lengkuas



Tanaman bernama latin Alpinia Galanga dikenal juga dengan nama lain laos (jawa), laja (sunda), langkueh (Minang) dll. Bagian tanaman ini yang sering dipergunakan sebagai bahan obat adalah rimpang-nya.
Beberapa penyakit yang bisa di obati oleh lengkuas ini adalah: Aneka penyakit kulit, rematik, obat gosok, pelancar kemih

1. Penyakit kulit: Panu, kadas, kudis, koreng, borok
Pengobatan: Pengobatan luar, di oles di tempat yang sakit
Cara membuat: - Tumbuk halus rimpang lengkuas dengan bawang putih (perbandingan 1:4, 1 rimpang 4 bawang putih) sampai jadi bubur
- Oleskan/tempelkan di tempat yang sakit
- Untuk kurap yang telah menahun, tambahkan ramuan tadi dengan cuka
- Untuk Panu: sediakan rimpang segar, cacah hingga timbul seratnya, gosokkan pada bagian yang sakit

2. Obat gosok
Pengobatan: Pengobatan luar, di gosok pada perut
Cara membuat: - Iris rimpang lengkuas, rendam dalam alkohol
- Gosokkan irisan rimpang tadi ke perus yang sakit

3. Rematik
Pengobatan: Mandi air rebusan
Cara membuat: - Cuci bersih rimpang lengkuas lalu rebus
- Gunakan air rebusan yang masih hangat untuk mandi

4. Sakit kepala, nyeri dada, menguatkan lambung, memperbaiki pencernaan
Pengobatan: di jadikan bumbu dapur
Cara membuat: - Rimpang lengkuas yang di jadikan bumbu dapur di campur dalam masakan sehari-hari..

Khasiat Daun Salam



Daun salam (Syzygium polyanthum) sudah terkenal sebagai bumbu penyedap di ragam kuliner bangsa indonesia. Selain itu, ada juga khasiat daun salam dalam hal pengobatan alami seperti:

  • Diare
Cuci 15 lembar daun salam segar. Rebus dalam dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus



Khasiat Jeruk Nipis untuk Menurunkan Kolesterol



Jeruk nipis sudah terkenal memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Salah satunya ialah dalam hubungannya untuk menurunkan kadar kolesterol atau kadar lemak dalam darah.

Berikut tips-tipsnya:

  1. Pilih jeruk nipis yang segar lalu cuci dengan bersih
  2. Belah jeruk nipis menjadi empat bagian, lalu iris tipis-tipis
  3. Masukkan irisan tadi kedalam gelas. Irisan jeruk nipis tadi adalah irisan yang lengkap dengan kulit nya
  4. Tuangkan air panas hingga penuh, kemudian tutup rapat
  5. Tunggu kira-kira 30 menit, lalu minum sampai habis
  6. Lakukan secara rutin, sehari dua kali pagi dan malam
Berdasarkan penelitian, kulit jeruk nipis mengandung minyak yang berguna untuk kesahatan. Selain itu, jeruk nipis tidak mengakibatkan nyeri pada lambung....

KHASIAT DAUN KEMANGI



Daun kemangi sangat populer di Indonesia, terutama di daerah Jawa barat sebagai lalapan pelengkap makan. Ternyata selain sebagai penguat aroma dalam makanan (contohnya pepes), kemangi juga memiliki khasiat yang serupa dengan efek obat sex VIAGRA – nah lho?

Khasiat untuk Pria:
Kemangi ini mengandung zat aktif sineol dan arginine, khasiatnya mampu mengatasi ejakulasi permatur, melebarkan pembuluh kapiler, memperkuat daya tahan sperma dan mencegah kemandulan pada pria. Kandungan Apigenin fenkhona dan eugenol dalam kemangi juga dapat mempermudah ereksi.

Jumat, 02 November 2012

Manfaat tanaman mahkota Dewa


Rahasia Mahkota Dewa
 
A. Mahkota dewa
Mahkota dewa atau (phaleria macrocarpa) adalah tanaman yantg biasa menyembuhkan berbagai penyakit ganas. Meski butuh waktu bulanan, tanaman ini pun sanggup melawannya sampai titik darah penghabisan. Paling tidak itu berdasarkan pengalaman empiris banyak orang, termasuk yang merasa sembuh dari penyakit pada organ hati atau jantung, hipertensi, rematik, serta asam urat.
Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh “teh racik” terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai. Kalau enggak menghendaki rasa pahitnya, kita bisa sedikit bersusah payah mengolahnya menjadi ramuan instan. Rasanya ditanggung lebih sedap tanpa mengurangi khasiat.
Itulah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Tanaman yang kabarnya berasal dari daratan Papua ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu. Orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara, orang-orang dari etnik Cina menamainya pau yang artinya obat pusaka.
Untuk lebih rinci lihatlah di bawah ini :
“MAHKOTA DEWA”
(Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.)
Sinonim :
P. papuana Warb. var. Wichnannii (Val.) Back

Familia :

Thymelaeaceae

Mahkota dewa bisa ditemukan/ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Menilik nama botaninya Phaleria papuana, banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah papua Irian Jaya. Disana memang bisa ditemukan tanaman ini. Mahkota dewa tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1200 mdpl.

Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih dan harum.
Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setalah masak. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.
Bagian-bagian Pohon :
Pohon mahkota dewa termasuk anggota famili Thymelaecae. Sosoknya berupa pohon perdu. Tajuk pohon bercabang-cabang. Ketinggiannya sekitar 1,5—2,5 meter. Namun, jika dibiarkan, bisa mencapai lima meter. Mahkota dewa bisa sampai berumur puluhan tahun. Tingkat produktivitasnya mampu dipertahankan sampai usia 10 hingga 20 tahun.
Pohon mahkota dewa terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Akarnya berupa akar tunggang. Panjang akarnya bisa sampai 100 cm. Akar ini belum terbukti bisa digunakan untuk pengobatan.

Batangnya terdiri dari kulit dan kayu. Kulitnya berwarna cokelat kehijauan, sementara kayunya berwarna putih. Batangnya ini bergetah. Diameternya mencapai 15 cm. Percabangan batang cukup banyak. Batang ini secara empiris terbukti bisa mengobati penyakit kanker tulang.

Daun mahkota dewa merupakan daun tunggal. Bentuknya lonjong-langsing-memanjang berujung lancip. Sekilas menyerupai bentuk daun jambu air, tetapi lebih langsing. Teksturnya pun lebih liat. Warnanya hijau. Daun tua berwarna lebih gelap daripada daun muda. Permukaannya licin dan tidak berbulu. Permukaan bagian atas berwarna lebih tua daripada permukaan bagian bawah. Pertumbuhannya lebat. Panjangnya bisa mencapai 7—10 cm, dengan lebar 3—5 cm. Daun mahkota dewa termasuk bagian pohon yang paling sering dipakai untuk pengobatan. Pemanfaatannya dilakukan dengan cara merebusnya. Penyakit yang dapat disembuhkan antara lain lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor.
Ekstrak air buah mahkota dewa dapat menghambat pertumbuhan sel HeLa (sel kanker rahim) dengan Inhibitory Concentration (IC50) sebesar 196,74 mg/ml pada sel kanker orang.

Uji khasiat mahkota dewa sebagai penurun kadar gula darah, juga dilakukan Lucie. Ia menggunakan ekstrak etanol 70% buah mahkota dewa. Hasilnya, pada dosis 110mg/200g bb, kadar gula darah pada tikus bakal menurun.


Untuk melihat pengaruh mahkota dewa terhadap kadar asam urat, Lucie mencatat hasil penelitian Endah Hasturani dari Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma pada 2003. penelitian pada ayam jantan jenis lohman brown umur 2-4 bulan. Hasilnya, perasan daging mahkota dewa punya efek antihiperuresemia, dengan dosis tengah 13,16g/kg bb. Jadi dengan dosis diatas kadar asam urat sudah bisa turun.


Untuk menganalisa khasiat mahkota dewa mengatasi eksem, gatal-gatal, penyakit kulit karena alergi, Sumastuti melakukan uji efek antihistamin dengan ekstrak air daun dan buah mahkota dewa. Hewan percobaan dipilih marmot. Hasilnya pemberian 0,5 ml ekstrak dengan konsentrasi 6,25; 12,5; 25; 50; dan 100% dapat mengurangi kontraksi ileum marmot akibat histamine.



B. Khasiat Mahkota Dewa.
Berbagai macam khasiat Mahkota dewa, mahkota dewa dapat mengobati berbagai penyakit seperti di bawah ini:
-Diabetes
-Darah tinggi
-Kolesterol
-Asam urat
-Reumatik
-Masuk angin
-Flu tulang
-Jantung
-Kesemutan
-Lever

-Stroke
-Ginjal
-Alergi dan gatal
-Melancarkan darah
-Keputihan
-Ambeien
-Asma
-Sesak nafas
-Maag
-Hepatitis
Dengan cara merubah mahkota dewa yang berwarna merah/yang tua menjadi teh atau obat.


C. Bagian yang digunakan menjadi obat

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau ya ng telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.
Indikasi
Kulit buah dan daging buah digunakan untuk :
- Disentri
- psoriasis
-Jerawat
Daun dan biji digunakan untuk pengobatan :
Penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal

D. Proses pembuatan

Dijadikan teh
- potong mahkota dewa menjadi irisan kecil-kecil. - lalu dijemur sampai kering. - Ambil 5-7 irisan mahkotadewa kering, lalu seduh dengan air panas hingga satu gelas penuh (200ml).
- Bila tidak mengidap penyakit gula (Diabetes) dapat di tambahkan gula jawa atau gula pasir secukupnya. - Minum secara teratur pagi dan sore hari masing-masing satu gelas.
Dapat juga diminum sebagai minuman teh biasa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anda.
- Diminum untuk mengatasi keluhan / penyakit-penyakit di atas atau ketika badan terasa meriang / capek dan pegal-pegal.

Contoh pemakaian untuk mengatasi penyakit Disentri. Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.


Untuk mengobati Penyakit Psoriasis. Belah dua mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaannya.


Mengatasi eksim dan gatal-gatal. Cuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.


E. Kandungan kimia.
Dalam setiap bagian mahkota dewa memiliki kandungan kimia masing-masing.
Dalam Daun mahkota dewa mengandung zat antihistamin, alkoloid, saponin dan polifenol (lignan). Sedangkan dalam Kulit buah mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid.


• Alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir racun-racun di dalam tubuh.


• Saponin


>> menjadi sumber anti-bakteri dan anti-virus


>> meningkatkan sistem kekebalan tubuh


>> meningkatkan vitalitas


>> mengurangi kadar gula dalam darah


>> mengurangi penggumpalan darah


• Flavanoid


>> melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah


>> mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah


>> mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner


>> mengandung anti-inflamasi (anti-radang)


>> berfungsi sebagai anti-oksidan


>> membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan


• Polifenol berfungsi sebagai anti-histamin (anti-alergi)

Bagian buah, terutama bijinya beracun. Jika buah segar dimakan langsung, bisa menyebabkan bengkak dimulut, sariawan, mabuk, kejang, sampai pingsan. Menggunakan dengan dosis berlebihan dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala kronis. Ibu hamil dilarang minum tanaman obat ini.

F. Cara Pembasmian Musuh Alami Mahkota Dewa
Mahkota dewa mempunyai musuh alami berupa hama pengganggu. Hama yang biasanya muncul adalah belalang, kutu putih, dan ulat buah. Pemberantasan hama ini jangan menggunakan pestisida sebab racun atau residu pestisida dapat menempel dan tertinggal di bagian-bagian pohon. Dikhawatirkan residu ini terbawa atau tidak hilang ketika mahkota dewa diracik menjadi obat-obatan. Akibatnya, alih-alih menyembuhkan, malah penyakit tambahan yang didapat.
Pembasmian musuh alami ini sebaiknya menggunakan pestisida buatan sendiri yang terbuat dari campuran tembakau, mamba, lengkuas, serai, sabun colek, daun sambiloto, brotowali, bawang putih, dan biji srikaya yang dihancurkan. Jika tidak semuanya tersedia, beberapa bahan bisa diabaikan. Bahkan, jika susah mendapatkan semua bahan di atas, biji mahkota dewa itu sendiri bisa dipergunakan untuk membasminya.
Contoh formula untuk membuat pestisida:
- daun mimba 8 kg
- lengkuas 6 kg
- serai 6 kg
- sabun colek 20 gr
- air 20 lt
Cara membuatnya sebagai berikut. Tumbuk-haluslah daun mimba, lengkuas, dan serai. Campurkan. Masukkan campuran tersebut ke dalam ember besar. Tambahkan 20 liter air. Aduk sebentar, lalu diamkan selama 24 jam. Keesokan harinya, saringlah dengan kain halus. Masukkan sabun colek yang telah dilarutkan dengan sedikit air ke dalam campuran. Setelah itu, tambahkan lagi 60 liter air. Sebaiknya air yang digunakan adalah air panas atau air hangat. Penggunaan air panas atau hangat ini akan memperbesar kelarutan bahan aktif dalam air sehingga pestisida akan bekerja lebih cepat.
Cara mengaplikasikan pestisida buatan itu adalah dengan langsung menyemprotkannya pada hama pengganggu, baik yang sendiri maupun yang berkelompok. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mencegah penguraian bahan aktif akibat teriknya matahari. Frekuensi penyemprotan umumnya dilaksanakan dua sampai tiga kali dengan selang waktu tiga hari.

G. Pemanenan Mahkota Dewa
Dalam memanen mahkota dewa, perhatikan dulu bagian apa yang akan dipanen. Soalnya, cara memanen setiap bagian pohon mahkota dewa berbeda-beda. Contohnya, cara memanen daun tidak sama dengan cara memanen buah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan petunjuk umum berikut.
1. Daun yang dipanen adalah daun yang masih segar dan tidak terkena penyakit. Daun yang dipanen sebaiknya yang sudah cukup tua. Cirinya, bentuknya paling besar dibandingkan dengan daun lain. Warnanya pun lebih gelap.
2. Buah yang dipanen adalah buah yang sudah benar-benar matang dan sehat atau tidak terkena penyakit. Cirinya, tampak segar, tidak memiliki cacat sekecil apa pun, dan berwarna merah marun.
3. Biji yang diambil untuk obat adalah biji dari buah yang sudah benar-benar matang tadi.
4. Khusus untuk tujuan pengobatan kanker dan lever petiklah buah yang masih berwarna hijau namun cukup tua, tandanya warna buah hijau tua.
5. Batang. Batang yang diambil adalah batang yang sudah cukup umur. Cirinya, warna cokelatnya lebih banyak daripada warna hijaunya.

H. Budidaya Mahkota Dewa
Mahkota dewa tergolong pohon yang mampu hidup di berbagai kondisi, dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Pohon ini mampu hidup di ketinggian 10—1.200 meter dpl (dari permukaan laut). Namun, pertumbuhannya paling baik jika ditanam di ketinggian 10—1.000 meter dpl.
Sampai saat ini belum ada orang yang secara serius mengupayakan perbanyakan mahkota dewa. Salah satu sebabnya mungkin karena pembudidayaannya yang memang susah-susah gampang. Yang sudah diketahui dengan pasti, mahkota dewa bisa ditanam di tanah pekarangan atau kebun, dan bisa juga ditanam di dalam pot. Pohon ini akan tumbuh dengan sangat baik jika ditanam di tanah yang gembur dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Pohon yang ditanam di dalam pot pertumbuhannya tidak setinggi yang ditanam di kebun atau pekarangan.
Perbanyakan pohon bisa dilakukan secara vegetatif dan secara generatif. Dari sekian cara perbanyakan vegetatif, hanya pencangkokan yang telah menunjukkan keberhasilan. Dengan setek batang belum ada hasilnya.
Sebetulnya, pencangkokan agak sulit dilakukan karena batang mahkota dewa sangat bergetah. Pencangkokan baru bisa dilakukan jika batang yang dikupas sudah mulai mengering. Pencangkokan juga sebaiknya dibantu dengan krim hormon perangsang pertumbuhan akar.
Hal yang perlu dilakukan dalam mencangkok adalah memberikan tambahan air bila tak ada hujan. Kurangi cabang yang terlalu panjang dan banyak. Kurangi juga daunnya bila terlalu lebat. Dalam waktu 2—3 minggu, akar batang yang dicangkok sudah mulai tumbuh. Cangkokan bisa dipindahkan ke media penanaman setelah usianya mencapai 6 – 8 minggu
Perbanyakan secara generatif dilakukan dengan biji. Perbanyakan dengan cara ini paling banyak dilakukan karena memang paling mudah. Kelemahannya, pertumbuhan pohon lebih lama.
Dalam perbanyakan dengan biji, mula-mula petik buah yang benar-benar sudah tua atau matang di pohon, ambil bijinya yang tersembunyi di balik cangkangnya, kemudian semaikan biji itu di tempat persemaian dengan media sekam bakar dicampur dengan kompos. Setelah bertunas, pindahkan ke media penanaman permanen, baik di pekarangan maupun di dalam pot.
Biji yang dipilih untuk disemaikan adalah biji yang benar-benar bagus. Ciri biji yang bagus adalah berisi penuh saat dipegang, keras, tidak kempes, dan tidak cacat dimakan ulat.
Saat penyemaian, perawatan yang perlu dilakukan adalah memperhatikan kelembapan medianya. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari dengan menggunakan hand sprayer atau semprotan yang lembut. Pemupukan tidak boleh menggunakan pupuk kimia karena bisa mengurangi khasiat obatnya. Yang paling aman menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah tak berbau.
Tanaman dipindahkan ke media penanaman setelah berumur dua bulan atau ketinggiannya sudah mencapai 10—15 cm. Cara memindahkannya dengan melubangi bagian bawah polybag lalu memasukkannya ke lubang tanam. Setelah dipindahkan ke media penanaman permanen, perawatan yang perlu dilakukan adalah menyiraminya setiap hari dan memberikan pupuk kandang atau pupuk kompos dua minggu sekali.
Media penanaman di pekarangan atau kebun sama dengan media untuk tanaman buah pada umumnya. Media penanaman di dalam pot adalah tanah, kompos atau pupuk kandang, pasir atau sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Pot yang digunakan sebaiknya berukuran diameter 30 cm dan tinggi 40 cm. Bahannya bisa dari tanah, plastik, kayu, atau kaleng.
Di samping memiliki kelemahan seperti disebut di atas, penanaman di dalam pot memiliki banyak keunggulan. Yang paling menonjol adalah penempatannya yang bisa dilakukan di mana pun. Bisa di dalam kamar, di atas kamar, di atas pagar, di atas got, atau bisa pula di atas genting. Penanamannya pun bisa dilakukan secara vertikultur. Penanaman secara vertikultur ini, di banyak negara seperti Jepang dan Cina, menyumbangkan hasil pertanian yang cukup dominan.
Dalam umur 10—14 hari sejak biji disemai, daun-daun mulai tumbuh. Bunga mulai kelihatan ketika pohon sudah berusia 8—12 bulan. Sementara itu, buah akan muncul saat pohon berusia 10—12 bulan. Buah ini akan sangat bagus pertumbuhannya jika penyiraman dilakukan dengan rutin dan teratur. Soalnya, buah mahkota dewa memerlukan banyak air.
Buah bisa dipetik saat sudah berusia dua bulan. Saat itu buah sudah matang. Cirinya, antara lain, kulit buah sudah berwarna merah marun dan berbau manis seperti aroma gula pasir. Jika sudah matang, sebaiknya buah langsung dipetik. Pemetikan jangan ditunda sebab buah bisa membusuk. Buah yang busuk kualitasnya sudah menurun. Begitu juga dengan khasiatnya. Menurut hasil penelitian, buah yang matang maupun mentah kandungannya sama. Hanya saja, jika akan dibuat menjadi minuman instan hendaknya gunakan buah yang benar-benar matang. Sebaliknya, untuk pengobatan sakit kanker, justru lebih baik memanfaatkan buah yang masih mentah dan hijau.
Pemupukan
Untuk mendapatkan mahkota dewa yang berkualitas, sebaiknya hindari pemupukan dengan menggunakan pupuk-pupuk anorganik. Cukup gunakan pupuk organik saja. Pemakaian pupuk anorganik akan mempengaruhi kandungan kimiawi daun dan buah mahkota dewa.
Pupuk organik bisa dibuat sendiri dengan cara-cara yang sederhana misalnya:
1. membusukkan sampah rumah tangga dengan membuatkan lobang di tanah, bila sudah penuh, uruk dengan tanah. Untuk mempercepat pembusukan bisa menggunakan sirup manis 3 sendok makan. Bisa juga menggunakan bakteri M-Bio.Berikan tanda ditempat tersebut, dua bulan kemudian sampah tersebut bisa dijadikan pupuk.
2. Bila tanaman sudah berumur sepuluh bulan perlu diberikan pupuk buah yang alami buatan sendiri, yakni dengan membakar sampah organic yang kering, sekam padi atau lebih bagus lagi sampah-sampah dari daun dan ranting Mahkota Dewa. Pembakarannya jangan semua jadi abu, bila sampah atau sekam sudah nampak membara segera siram dengan air, biarkan hingga dingin. Sebulan sekali tanah disekitar pohon di dangir atau digemburkan., taburkan sampah organic di sekitar pohon.
3. Bisa juga memanfaatkan kepala udang atau sampah ikan dan daging, tanam disekitar pohon. Untuk menghindari semut bisa memanfaatkan biji Mahkota Dewa, cengkeh dan tembakau yang dibuat tepung.
4. Keringkan tahi kambing, kotoran sapi, ayam dan kotoran hewan lainnya. Bila sudah tidak berbau, kotoran tersebut bagus untuk pupuk.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...